Dempo XLer
Daerah  

Dempo Xler : Dorong Pemerintah Ambil Langkah Konkrit Di Bidang Pendidikan

Andi Hartono
Dempo xler
Tokoh Komputer Bengkulu

SorotBengkulu – Kondisi pendidikan di daerah-daerah tertinggal di Provinsi Bengkulu menjadi fokus diskusi publik yang diadakan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu pada Minggu (12/11). Dalam diskusi tersebut, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler, S.Ip, MAP, menyoroti perlunya langkah konkrit dari pemerintah terkait temuan mahasiswa FKIP UNIB terkait pendidikan di desa-desa tersebut.

Menurut Dempo Xler, temuan dari mahasiswa FKIP UNIB merupakan indikator yang harus menjadi dasar evaluasi dan perbaikan bagi pemerintah daerah dan pusat. “Harusnya temuan itu bisa menjadi bahan evaluasi dan perbaikan bagi pemerintah daerah dan pusat,” ungkap Dempo Xler.

Dari hasil temuan tersebut, terlihat masih banyak kebijakan pendidikan yang belum merata dan belum menyentuh kebutuhan masyarakat di daerah tertinggal. Dempo Xler menyebut beberapa permasalahan, seperti anak sekolah yang harus menempuh jarak jauh ke sekolah, kehadiran guru yang tidak rutin, infrastruktur sekolah yang kurang lengkap, hingga sekolah yang tidak diminati masyarakat karena kualitas rendah.

Baca:  Dempo Xler Contoh Nyata Untuk Anak Muda

“Berbagai persoalan itu tentunya harus bisa mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah konkret dalam mengatasi permasalahan kondisi pendidikan tersebut,” tegas Dempo Xler.

Langkah-langkah konkret yang diusulkan oleh Dempo Xler antara lain meningkatkan anggaran pendidikan, memberikan pelatihan kepada guru, dan meningkatkan kualitas infrastruktur sekolah. “Kita pada tingkat legislatif juga bakal mendorong pemerintah untuk mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk pendidikan. Karena pendidikan ini kunci penting mewujudkan Indonesia Emas 2045 nanti,” tambahnya.

Temuan yang diungkapkan mahasiswa FKIP UNIB merupakan hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan mahasiswa dan dosen FKIP UNIB. Kegiatan tersebut melibatkan pendataan dan analisis kondisi pendidikan di 10 desa tertinggal di Provinsi Bengkulu. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bahan rekomendasi untuk perbaikan kondisi pendidikan di Provinsi Bengkulu. (**)

Gege Interior Bengkulu