MIRIS! Dianggarkan Rp 8,3 M. Jalan telah Rusak.

Andi Hartono
jalan rusak
Tokoh Komputer Bengkulu

SorotBengkulu – Miris! proyek pembangunan jalan Depati Dua Nenek atau Kecamatan Koto Baru – Kecamatan Hamparan Rawang dengan konstruksi beton patah pada bagian badan jalan. Padahal jalan ini belum sama sekali digunakan masyarakat, namun sudah rusak.

Pembangunan yang menelan Anggaran mencapai Rp 8,3 miliar ini masih dalam tahap pengerjaan oleh pihak ketiga. Dugaan penyebab badan jalan yang patah hingga terbelah 2 karena besi yang digunakan tidak memenuhi standar ketentuan dan semen pengecoran seadanya.

Selain itu, berdasarkan pemantau di lapangan proyek yang tengah dikerjakan ini tidak ada papan nama proyek seperti ilegal. Kemudian juga tidak ada police line tanda pengerjaan bangunan dan rawat keamanan bagi masyarakat.

Baca:  Antusiasme Pemilihan Presiden 2024 Meningkat: KPU Resmi Tetapkan Nomor Urut, Siap-Siap Memilih Pemimpin Bangsa!

Salah satu tokoh pemuda Koto Baru Rari Aria, meminta agar pengerjaan pembangunan jalan Koto Baru – Hamparan Rawang betul-betul diawasi Pemerintah Kota Sungai Penuh selaku penanggungjawab, jangan sampai anggaran yang besar pengerjaan asalan.

“Karena masih dalam tahap pengerjaan Pemkot Sungai Penuh harus betul-betul berikan pengawasan jangan sampai tidak sesuai dengan standar karena masyarakat yang dirugikan,” pinta Rari Aria yang juga aktivis HMI ini.

Rari Aria berharap pengerjaan jalan Koto Baru-Hamparan Rawang tuntas tepat waktu dan tidak ada persoalan.

“Masyarakat tentu berharap tidak ada masalah jalan yang dibangun dengan anggaran meliaran ini. Sehingga bisa dinikmati semua pengendara sesuai kapasitas jalan pastinya,” ujar Rari Aria.

Baca:  Kronologi Kecelakaan KA Turangga dan Langkah Sigap Penyelamatan di Jalur Bandung

Diketahui pengerjaan jalan Koto Baru – Hamparan Rawang dengan konstruksi beton ini dimulai dari titik nol Simpang Sungai Liuk sampai SD 040 Koto Baru.

Pengerjaan baru pengecoran di Desa Kampung Tengah dengan cara dibangun sebelah badan jalan terlebih dulu. (**)

Penulis: Andi HartonoEditor: Lieos
Gege Interior Bengkulu