Daerah  

Pariwisata Bengkulu: Penjualan Oleh-oleh Khas Melonjak 50% Selama Libur NATARU

Andi Hartono
Libur NATARU
Selama Libur Nataru, Oleh-oleh khas Bengkulu mengalami lonjakan penjualan yang luar biasa, terutama dari pengunjung asal provinsi tetangga dan Pulau Jawa
Tokoh Komputer Bengkulu

SorotBengkulu – Libur NATARU (Natal dan Tahun Baru) 2024 membawa angin segar bagi industri pariwisata di Bengkulu. Sentra oleh-oleh khas Bengkulu melaporkan peningkatan signifikan dalam penjualan, mencapai 50% dari hari-hari biasa.

Peningkatan ini terutama terjadi di toko oleh-oleh di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Anggut, Kota Bengkulu. Pemilik toko, Jumadi, menyambut antusias pengunjung dari berbagai daerah, terutama Sumatera Selatan, Jambi, Palembang, Linggau, dan bahkan Pulau Jawa.

“Kami mengalami lonjakan penjualan yang luar biasa, terutama dari pengunjung asal provinsi tetangga dan Pulau Jawa. Produk yang paling diminati adalah kue lempuk durian, perut punai, sirup jeruk kalamansi, dan berbagai oleh-oleh khas Bengkulu lainnya,” ujar Jumadi.

Baca:  Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan Siapkan Dana 20 Miliar Rupiah untuk Perbaikan Jalan Rusak

Peningkatan ini memberikan dorongan positif bagi ekonomi lokal, dengan pedagang oleh-oleh melaporkan pendapatan yang signifikan selama libur NATARU ini. Para pengunjung juga memberikan umpan balik positif terkait keunikan dan kualitas produk oleh-oleh Bengkulu.

Antusiasme pengunjung diperkirakan akan mencapai puncaknya beberapa hari ke depan, seiring kelanjutan libur Natal dan Tahun Baru. Hal ini menciptakan peluang lebih besar bagi para pedagang untuk terus mempromosikan dan meningkatkan penjualan produk oleh-oleh khas Bengkulu.

Peningkatan pariwisata dan minat terhadap oleh-oleh khas menjadi bukti bahwa Bengkulu memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata kuliner dan belanja oleh-oleh. Diharapkan, momentum positif ini dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah Bengkulu.

Gege Interior Bengkulu