Dempo XLer

Peran Teknologi AI di Era Politik: Menkominfo Minimalisir Dampak Negatif

Azizul Fikri
Peran teknologi AI
Peran Teknologi AI di Era Politik - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menekankan tanggung jawab Kementerian Kominfo untuk mewujudkan narasi damai di ruang digital
Tokoh Komputer Bengkulu

SorotBengkulu – Peran Teknologi AI di Era Politik, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menekankan tanggung jawab Kementerian Kominfo untuk mewujudkan narasi damai di ruang digital. Dalam upaya mencapai hal tersebut, perhatian khusus diberikan pada penggunaan AI yang memiliki potensi meresahkan dan memperburuk hubungan antar masyarakat.

“Komunikasi dan Informatika memiliki peran besar dalam mewujudkan narasi damai di ruang digital. Kami berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan demokrasi dan mencegah penyebaran informasi yang dapat mengganggu stabilitas sosial,” tambah Menteri Budi.

Panduan etika penggunaan AI juga menyoroti pentingnya inklusivitas, pemberdayaan, dan keberlanjutan dalam pemanfaatan teknologi ini. Selain memberikan arti bagi kehidupan sehari-hari, teknologi AI diharapkan dapat menyederhanakan proses berbagai kegiatan dan memberdayakan ekonomi masyarakat.

Baca:  Tradisi Haul Gus Dur: Memahami Spiritualitas, Kebangsaan, dan Kehidupan Pribadi yang Menginspirasi

Sebagai penutup, Menteri Budi menyatakan, “Dengan terus terbuka terhadap perkembangan AI dan mendukung inovasi, kita dapat memanfaatkan teknologi ini sebagai sarana produktif. Selain itu, kita harus terus mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan dan menjadikan teknologi sebagai alat positif yang mendukung kemajuan bangsa.”

Surat edaran ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pihak terkait, baik pengembang teknologi, masyarakat, maupun pemerintah, dalam menjalankan dan memanfaatkan AI dengan etika yang tinggi.

Dengan langkah-langkah ini, Kementerian Kominfo berupaya memastikan bahwa peran teknologi AI memberikan kontribusi positif bagi Indonesia, sejalan dengan nilai-nilai demokrasi, perdamaian, dan kemanusiaan.

Gege Interior Bengkulu